Lihat juga
Uji harga di 159,39 bertepatan dengan indikator MACD yang baru mulai bergerak naik dari garis nol, sehingga mengonfirmasi level tersebut sebagai titik entri beli yang bagus untuk dolar. Akibatnya, pasangan ini naik sebesar 20 pip.
Yen Jepang terus berada di bawah tekanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Peristiwa terbaru terkait penyitaan beberapa kapal komersial oleh Iran di Selat Hormuz yang sangat strategis kembali membangkitkan minat investor terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven tradisional. Hal ini pada gilirannya menguatkan pasangan mata uang USD/JPY. Skenario ini berkembang di tengah kondisi yen yang memang sudah lemah. Memburuknya kondisi ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian di Timur Tengah hanya memperkuat tren ini, mendorong investor menarik modal dari aset berisiko, termasuk mata uang Jepang.
Data indeks aktivitas bisnis sektor manufaktur Jepang yang dirilis hari ini menunjukkan perbaikan, namun tetap gagal menopang penguatan yen terhadap dolar AS. Terlepas dari sinyal positif dari sektor manufaktur, yang secara tradisional mendukung penguatan mata uang nasional, yen masih berada di bawah tekanan. Fenomena ini kemungkinan terkait dengan pengaruh ekonomi global yang lebih luas dan perbedaan kebijakan moneter yang ada.
Terkait strategi intraday, saya akan terutama bertumpu pada penerapan skenario #1 dan #2.
Skenario #1: Saya berencana membeli USD/JPY hari ini ketika harga mencapai sekitar 159,63 (garis hijau pada grafik), dengan target kenaikan ke 160,00 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 160,00, saya akan menutup posisi buy dan membuka posisi sell berlawanan arah (mengharapkan pergerakan 30–35 pip berlawanan arah dari level ini). Kenaikan pasangan hari ini hanya dapat diantisipasi jika ada sikap tegas dari AS dan Iran. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas level nol dan baru mulai bergerak naik dari sana.
Skenario #2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali uji berturut-turut pada level 159,50 ketika indikator MACD berada di area oversold. Ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan dapat memicu pembalikan naik di pasar. Kenaikan dapat diharapkan menuju level berlawanan di 159,63 dan 160,00.
Skenario #1: Saya berencana menjual USD/JPY hari ini setelah harga turun menembus 159,50 (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pasangan. Target utama penjual akan berada di level 159,17, di mana saya akan menutup posisi sell dan juga langsung membuka posisi buy berlawanan arah (mengharapkan pergerakan 20–25 pip berlawanan arah dari level ini). Tekanan pada pasangan hari ini akan kembali jika ada berita positif dari Timur Tengah. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah level nol dan baru mulai bergerak turun dari sana.
Skenario #2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali uji berturut-turut pada level 159,63 ketika indikator MACD berada di area overbought. Ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan dapat memicu pembalikan turun di pasar. Penurunan dapat diharapkan menuju level berlawanan di 159,50 dan 159,17.
Penting: Trader pemula di pasar Forex harus sangat berhati-hati saat membuat keputusan entri. Sebaiknya berada di luar pasar sebelum laporan fundamental penting dirilis untuk menghindari terseret fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading saat rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa memasang stop order, Anda bisa dengan cepat kehilangan seluruh deposit Anda, terutama jika Anda tidak menggunakan money management dan trading dengan volume besar.
Dan ingat, untuk trading yang sukses, sangat penting memiliki rencana trading yang jelas seperti yang disajikan di atas. Keputusan trading spontan yang hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya merupakan strategi yang merugikan bagi trader intraday.