empty
 
 
26.06.2026 09:55 AM
Pasar saham pada 26 Juni: S&P 500 dan NASDAQ kembali melanjutkan penurunan

Kemarin, indeks saham AS ditutup bervariasi. S&P 500 turun 0,01% dan Nasdaq 100 melemah 0,46%. Dow Jones Industrial Average naik 0,14%.

This image is no longer relevant

Satu rilis kinerja Micron saja tidak cukup untuk mencegah penurunan lanjutan di sektor teknologi. Hari ini KOSPI Korea Selatan dihentikan perdagangannya untuk kedua kalinya minggu ini setelah sempat anjlok sekitar 9% sebelum memangkas kerugian. Indeks acuan Asia yang lebih luas turun lebih dari 3%, sementara futures Nasdaq 100 melemah sekitar 1,3% dan futures S&P 500 sekitar 0,7%. Kontrak Eropa turun sekitar 0,8%.

Dua guncangan di sektor teknologi memicu pergerakan ini. Yang pertama adalah Apple: sahamnya jatuh 6,1% setelah perusahaan menaikkan harga Mac, iPad, dan perangkat elektronik rumah tangga, dengan alasan kelangkaan chip memori yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat permintaan dari data center. Jika salah satu pembeli komponen terbesar di dunia tidak lagi mampu menyerap kenaikan harga dan harus meneruskannya ke konsumen, hal itu menimbulkan pertanyaan serius terkait elastisitas permintaan dan keberlanjutan margin produsen memori. Singkatnya, kelangkaan chip yang kemarin mengangkat Micron dan SK Hynix kini justru menjadi ancaman bagi permintaan di pasar akhir. Microsoft, sementara itu, kembali menaikkan harga Xbox untuk ketiga kalinya, menegaskan bahwa hambatan pasokan komponen memukul seluruh rantai elektronik konsumen.

Guncangan kedua datang dari laporan New York Times bahwa OpenAI condong untuk menunda IPO hingga tahun 2027. Reaksi terhadap kabar ini langsung terasa dan menyakitkan bagi investor Jepang perusahaan tersebut: saham SoftBank anjlok sekitar 14%, menyeret indeks Nikkei turun kira-kira 4,5%.

Perlu diingat, minggu lalu IPO SpaceX yang sukses telah memicu harapan akan gelombang pencatatan saham terkait AI. Potensi penundaan OpenAI menunjukkan bahwa jendela bagi IPO-IPO tersebut bisa tertutup secepat saat terbuka.

Yang menarik, penurunan harga minyak tidak mampu mengangkat sentimen. Brent turun ke sekitar $74 per barel, meskipun harga sempat melonjak sehari sebelumnya setelah sebuah proyektil menghantam sebuah kapal di Selat Hormuz, mengingatkan pasar pada rapuhnya gencatan senjata dan risiko terhadap kelancaran jalur pelayaran.

Data makro utama kemarin adalah PCE, yang — berbeda dengan guncangan di sektor teknologi — justru membawa kelegaan. Indikator inflasi favorit The Fed ini naik 0,4% month-on-month, di bawah ekspektasi 0,5%. Secara year-on-year, PCE headline meningkat menjadi 4,1% — masih lebih dari dua kali lipat target — tetapi angka yang lebih rendah daripada konsensus bulanan mendorong para pelaku pasar untuk mengurangi proyeksi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Presiden Fed New York John Williams menyatakan bahwa level suku bunga saat ini sudah berada di posisi yang tepat untuk membawa inflasi kembali ke target.

This image is no longer relevant

Secara teknikal, analisis S&P 500 menunjukkan bahwa tugas langsung bagi pembeli adalah menembus level resistance di $7.319. Jika berhasil, hal ini akan mengonfirmasi potensi kenaikan dan membuka jalan menuju $7.339. Mempertahankan kendali di atas $7.355 akan semakin memperkuat posisi pembeli. Di sisi bawah, pembeli perlu mempertahankan level $7.300. Breakout ke bawah level tersebut kemungkinan akan mendorong indeks ini kembali ke $7.279 dan membuka jalan menuju $7.256.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.