Lihat juga
29.07.2026 12:52 AMPada saat artikel ini ditulis pada hari Selasa, kurs NZD/USD mendekati level psikologis 0,5800. Meskipun pasangan ini menguat, dolar New Zealand masih berada di bawah tekanan akibat kekuatan dolar AS, yang didukung oleh permintaan aset safe haven di tengah ketidakstabilan geopolitik.
Pasar tetap berfokus pada perkembangan di Timur Tengah. Amerika Serikat telah menghentikan aksi militernya terhadap Iran setelah hampir dua minggu serangan, sementara Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Teheran terus mengalami kemajuan dan bahwa penyelesaian diplomatik masih memungkinkan. Namun, optimisme tersebut terguncang oleh laporan serangan drone terhadap fasilitas di Saudi Arabia, Yordania, dan Irak. Trump juga mencatat bahwa serangan AS dapat dilanjutkan jika negosiasi gagal, yang semakin menguatkan daya tarik dolar sebagai aset safe haven.
Pada saat yang sama, investor bersikap hati-hati dan menghindari pengambilan posisi agresif menjelang pengumuman hasil pertemuan Federal Reserve yang akan diumumkan pada hari Rabu. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya, namun perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan terkait kebijakan moneter dan konferensi pers Ketua Fed Kevin Waller, dengan harapan munculnya sinyal baru mengenai langkah kebijakan moneter ke depan.
Sementara itu, data terbaru pasar tenaga kerja terus menunjukkan perlambatan di sektor tersebut di AS. Menurut laporan NER Pulse dari ADP, pengusaha swasta menambahkan rata-rata 15.000 lapangan kerja baru per minggu selama periode empat minggu yang berakhir pada 11 Juli, turun dari angka sebelumnya sebesar 16.500. Meskipun laju perekrutan terus melemah, dolar AS masih menunjukkan tren bullish, dan Dollar Index (DXY) tetap berada dekat dengan level tertinggi tahunannya.
Di Selandia Baru, meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mungkin akan menaikkan suku bunga pada bulan September membantu menahan tekanan terhadap dolar Selandia Baru dibandingkan dengan dolar AS.
Dari perspektif teknikal, pihak buyer perlu menembus area konvergensi Simple Moving Average (SMA) 100 dan 200 hari untuk melanjutkan tren naik secara positif. Namun, resistance awal tetap berada di level psikologis 0,5800. Pair ini telah menemukan support pada SMA 20 hari di sekitar level 0,5757. Indikator oscillator bernada positif, sehingga mendukung pihak buyer.
Tabel di bawah ini menyajikan data persentase perubahan dolar Selandia Baru terhadap mata uang utama pada hari Selasa. Dolar Selandia Baru menonjol di antara mata uang lainnya, menunjukkan kekuatan terbesar terhadap dolar Australia.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.


