Lihat juga
Instrumen derivatif di CME saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 92% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada hari Rabu, naik dari 87% pada hari Jumat. Imbal hasil Treasury 10 tahun sempat menembus ambang psikologis 5% — yang disebut sebagai "fateful five" — untuk kedua kalinya sejak 2007 sebelum kemudian turun kembali. Faktor pendorongnya tetap sama: eskalasi ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, dan data inflasi memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter pekan ini. Indeks S&P 500 tengah tertekan pada bulan September, yang secara historis merupakan bulan terlemah bagi pasar saham.
Dinamika P/E dan ekspektasi suku bunga
Kegelisahan semakin menguat setelah seruan Anthropic untuk memperlambat pengembangan AI. Para investor tidak menunggu untuk melihat apakah para pemimpin industri akan mengikutinya. Produsen chip dan operator pusat data terpukul, sementara perusahaan keamanan siber dan pengembang perangkat lunak — yang model bisnisnya secara teoretis bisa terganggu oleh AI — justru menguat. Raksasa teknologi terbesar bereaksi dengan relatif tenang: Amazon turun kurang dari 1%, Microsoft nyaris tidak bergerak, dan Alphabet bahkan menguat, mengindikasikan bahwa pasar belum melihat perlambatan AI sebagai ancaman universal.
Pada saat yang sama, para strategi utama Wall Street juga tidak buru-buru meninggalkan posisi bullish mereka. Saham biasanya terpukul saat The Fed mulai menaikkan suku bunga, tetapi Goldman Sachs tetap memperkirakan pasar bullish akan berlanjut. Kontrak berjangka CME mengimplikasikan lebih dari tiga kali kenaikan dalam siklus ini, namun laba dan neraca perusahaan tetap solid. Para analisis Bloomberg menunjukkan bahwa, dari 12 pasar bearish sejak 1945, hanya siklus pengetatan penuh yang berujung pada resesi yang benar-benar mematahkan tren naik — kenaikan satu kali jarang melakukannya. Morgan Stanley membuka kemungkinan koreksi S&P 500 sekitar 10% hanya jika terjadi guncangan inflasi yang lebih kuat, sementara JPMorgan menyoroti bahwa faktor risiko utama saat ini adalah minyak.
Proyeksi S&P 500
Target akhir tahun kini lebih beragam daripada sebelumnya. BofA memiliki salah satu target Wall Street yang paling bearish di 7.400 — hampir 3% di bawah level saat ini — sementara Tallbacken menaikkan targetnya menjadi 8.500, dengan alasan pertumbuhan laba yang luar biasa dan bahkan melampaui proyeksi rekor sebelumnya.
Lalu ada faktor musiman. Dalam 40 tahun sebelum pemilu paruh waktu, S&P 500 rata-rata turun 2,4% dari awal Juli hingga bulan sebelum pemungutan suara. Namun, setelah hasil mulai jelas, ketegangan biasanya mereda dan saham cenderung pulih dalam empat minggu terakhir sebelum hari pemilu.
Secara teknikal, grafik harian S&P 500 menunjukkan kumpulan bar yang beragam dengan celah harga, menandakan meningkatnya ketidakpastian dan membenarkan penempatan pending order. Pertimbangkan untuk melakukan penjualan mulai dari 7.580 dan pembelian mulai dari 7.675.