Lihat juga
16.09.2026 12:45 AMPada hari Selasa, USD/JPY melanjutkan pemulihannya dan diperdagangkan di atas level psikologis 155,00, menguat sekitar 0,43% pada hari itu. Pasangan ini secara bertahap menutup kembali kerugian setelah turun di bawah 153,00 pada minggu lalu, yang sebagian besar didorong oleh penguatan dolar secara luas.
Para investor bersiap untuk menyambut keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve dan Bank of Japan yang akan diumumkan masing-masing pada hari Rabu dan Jumat. Ekspektasi pengetatan di kedua sisi Pasifik membuat perbedaan suku bunga acuan menjadi sorotan dan dapat meningkatkan volatilitas USD/JPY.
Di AS, peluang kenaikan suku bunga The Fed didukung oleh data ekonomi terbaru yang kuat. Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan probbailitas sekitar 92% untuk kenaikan suku bunga pada hari Rabu. Laporan ketenagakerjaan bulan Agustus yang kuat dan data inflasi terbaru telah mendkung keyakinan bahwa The Fed akan terus memperketat kebijakan.
Data ketenagakerjaan sektor swasta juga mendukung sentimen positif ini. ADP NER Pulse menunjukkan bahwa dalam empat minggu yang berakhir pada 29 Agustus, perusahaan swasta menambah rata-rata 16.250 lapangan kerja per minggu, naik dari revisi sebelumnya sebesar 12.250. Akselerasi ini mengindikasikan momentum pasar tenaga kerja yang masih kuat dan mendukung penguatan dolar AS.
Di Jepang, Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Jumat dan mungkin memberi sinyal normalisasi kebijakan yang lebih aktif. Namun, yen menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak global, meningkatkan biaya impor bagi perekonomian yang sangat bergantung pada energi ini. Faktor tersebut membatasi kemampuan yen untuk sepenuhnya diuntungkan oleh ekspektasi pengetatan kebijakan BOJ.
Meski demikian, ada beberapa faktor yang masih dapat memberikan dukungan fundamental bagi yen: ekspektasi pengetatan kebijakan yang lebih agresif oleh BOJ, pembalikan posisi carry trade secara global, serta indikasi bahwa investor Jepang mulai memulangkan kembali aset-aset luar negerinya. Dinamika ini berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut pada USD/JPY meskipun ada dua peristiwa penting terkait bank sentral.
Dari sisi teknikal, pasangan ini telah menembus ke atas level psikologis 155,00 dan EMA 9 hari. Setelah berhasil ditutup di atas level tersebut, kubu bull kini menghadapi resistance di kisaran level bulat 156,00. Namun, dengan indikator osilator yang masih berada di area negatif, momentum bullish mungkin terbatas. Support terdekat berada di 154,30, sementara support utama terletak di level terendah pada September. Tabel di bawah ini menunjukkan persentase pergerakan yen Jepang terhadap mata uang utama pada hari Selasa; yen menguat paling besar terhadap dolar Selandia Baru.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.



