Emas melonjak ke rekor baru saat perseteruan Greenland memanas
Harga spot gold melonjak ke level rekor selama perdagangan Asia pada 19 Januari dan mendekati $4.700 per ounce karena investor memburu safe havens setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif baru terhadap beberapa negara Eropa yang menentang rencananya untuk membeli Greenland.
Pada pukul 02:31 waktu Moskow, spot gold naik 1,8% menjadi $4.675,55 per ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday $4.690,75. US gold futures menguat 1,9% ke $4.681,10 per ounce.
Logam mulia ini memperpanjang reli minggu lalu, di mana emas mencetak beberapa rekor berturut‑turut di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga (interest rate cuts) di AS dan tingginya risiko geopolitik.
Silver juga naik lebih dari 4% ke rekor baru $94,03 per ounce. Permintaan akan safe havens dan peran silver sebagai logam industri menopang kenaikan tersebut.
Pada 18 Januari, Trump menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencananya membeli Greenland. Tarif 10% akan berlaku mulai 1 Februari dan berpotensi naik menjadi 25% pada Juni jika tidak ada kesepakatan tercapai.
Perancis, Jerman, dan Inggris termasuk di antara negara‑negara yang disebut sebagai target potensial, bersama beberapa negara di Eropa Utara dan Skandinavia.
Pengumuman itu memicu reaksi keras dari pejabat Eropa dan menyalakan kembali kekhawatiran akan meluasnya sengketa perdagangan transatlantik, sehingga mendorong investor membeli logam mulia.
Ancaman tarif menambah latar yang sudah kondusif bagi emas. Pasar telah memprice in peluang meningkat bahwa Federal Reserve akan mulai easing kebijakan moneter tahun ini. Data ekonomi AS yang lemah dan tanda‑tanda perlambatan inflasi memperkuat argumen untuk pemangkasan suku bunga, menurunkan opportunity cost memegang aset non‑yielding seperti emas.
Ketegangan geopolitik lain, termasuk kekhawatiran yang diperbarui mengenai situasi di Timur Tengah dan perkembangan terkait Iran, juga mendukung pasar logam mulia.
Data ekonomi turut mendorong reli. Pada hari Jumat, nonfarm payrolls menunjukkan sektor publik dan swasta AS hanya menambah 50.000 pekerjaan pada Desember, meleset dari ekspektasi kenaikan 66.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%, sedikit di bawah perkiraan 4,5%.
Data ketenagakerjaan yang lemah menegaskan tanda‑tanda pendinginan pasar tenaga kerja dan memperkuat ekspektasi bahwa Fed mungkin melanjutkan easing moneter ke 2026, yang semakin mendukung permintaan emas.