Lihat juga
S&P 500 terus mengalami kenaikan yang stabil, terkonsolidasi pada awal sesi Asia hari Senin tepat di bawah rekor tertinggi yang sebelumnya tercapai di atas 7.780,0 dan berada di sekitar 7.745,0. Pasar tengah mencerna implikasi dari data pasar tenaga kerja AS yang lemah, yang telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di Timur Tengah membatasi minat risiko para investor.
Peristiwa utama pekan ini akan menjadi rilis data inflasi AS, yang bisa menentukan pergerakan indeks selanjutnya.
Pekan lalu ditandai oleh kenaikan yang mengesankan: S&P 500 membukukan kenaikan mingguan terbaik sejak April, ditutup dekat rekor level 7.748,0. Indeks naik sekitar 3,7% dibanding harga penutupan pekan sebelumnya dan saat ini bertahan di atas 7.740,0.
Penyesuaian ulang ekspektasi suku bunga Fed. Laporan NFP bulan Juli yang lemah (-23.000 lapangan kerja vs. ekspektasi +80.000) dan revisi turun data bulan Juni menjadi +20.000 secara fundamental mengubah ekspektasi pasar. Probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September menurun, menciptakan latar yang kondusif bagi aset berisiko. Data ketenagakerjaan yang lambat biasanya dibaca sebagai "lampu hijau" bagi Fed untuk mempertahankan jeda kebijakannya.
Musim laporan keuangan yang kuat. Musim laporan keuangan korporasi jauh melampaui ekspektasi. Sebanyak 87% perusahaan dalam S&P 500 melaporkan laba di atas perkiraan, sebuah rekor tertinggi. Pertumbuhan laba kuartal kedua meningkat menjadi 33% dari 25% di kuartal pertama, salah satu pencapaian tertinggi di luar periode pemulihan pascaresesi. Seluruh 11 sektor menunjukkan momentum positif, dengan 8 di antaranya mencatat pertumbuhan dua digit.
Pulihnya perdagangan terkait AI. Setelah koreksi di bulan Juni, Philadelphia Semiconductor Index (SOX) naik 9,24% sepanjang pekan, mengonfirmasi bangkitnya kembali minat pada sektor AI. Raksasa teknologi (Microsoft, Amazon) menegaskan bahwa investasi agresif pada infrastruktur AI mulai menghasilkan imbal finansial yang nyata.
Meredanya ketegangan geopolitik. Harapan atas solusi diplomatik di Selat Hormuz dan pembatalan rencana serangan terhadap Iran menciptakan sentimen positif. Namun, ketidakpastian yang tersisa (Iran menetapkan syarat untuk membuka kembali selat) masih membebani pasar.
Dari sudut pandang teknikal, S&P 500 masih mempertahankan momentum bullish, terkonsolidasi di atas rata-rata pergerakan kunci.
Agenda utama yang perlu dipantau
Tanggal | Peristiwa | Proyeksi / Ekspektasi | Dampak yang diharapkan pada S&P 500 |
|---|---|---|---|
Rabu, 12 Agustus | US CPI (Juli) | Proyeksi: +3,4% y/y | Data lemah = dukungan, data kuat = tekanan |
Kamis, 13 Agustus | US PPI (Juli) | — | Indikator inflasi sekunder |
Minggu ini | Laporan Cisco, Applied Materials, CoreWeave | — | Pendorong utama sektor teknologi |
S&P 500 berada di rekor tertinggi, di mana fundamental yang kuat (musim laporan laba yang mencatat rekor, revisi naik terhadap proyeksi laba) bertemu dengan ketidakpastian makroekonomi (data inflasi, ekspektasi suku bunga The Fed). Peristiwa kunci pekan ini adalah rilis data CPI pada hari Rabu, yang dapat menentukan apakah indeks mampu bertahan di atas 7.800,0 dan melanjutkan kenaikan menuju 7.900,0–8.000,0 atau berbalik arah menuju zona support 7.635,0–7.580,0.
Selama indikator fundamental terus membaik, S&P 500 masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut. Goldman Sachs, misalnya, memproyeksikan indeks dapat mencapai 8.000,0 pada akhir tahun jika tren saat ini berlanjut.